Rabu, 19 April 2017

Pendidikan Seni di SD PDGK 4207 Modul 2 KB 1



MODUL 2
PENGETAHUN DASAR SENI

Kegiatan Belajar 1
Unsur-Unsur Musik

            Yang termasuk dalam unsur-unsur musik adalah bunyi beserta elemen-elemen yang membentuknya, seperti ritme, melodi, harmoni, dan notasi musik. Berikut ulasan unsur-unsur tersebut.

A.  Bunyi Dan Elemen-Elemennya
Bunyi atau suara memenuhi pendengaran kita setiap hari. Bunyi dapat diterima sebagai sesuatu yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Musik merupakan bagian dari dunia bunyi,  suatu seni yang di dasarkan pada pengorganisasian bunyi menuru waktu. Kita membedakan muik dari bunyi-bunyi lain dengan mengenali empat komponen bunyi yang musikal: pitch, dinamik, warna suara, dan durasi.

1.      Pitch
Pitch adalah tinggi rendah relatif yang terdengar dari suatu bunyi. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa adanya perbedaan pitch ini, kata-kata yang kita ucapkan seperti suara robot, dan tidak akan ada musik seperti yang kita kenal sekarang ini. Pitch suatu bunyi ditentukan oleh frekuensi dari getarannya. Semakin cepat frekuensinya, semakin tinggi pitch. Sebaliknya semakin lambat frekuensi, makin rendah pitch. Getaran frekuensi diukur  dalam cycle per detik. Pada piano, nada dengan frekuensi tertinggi adalah 4.186 per detik dan terendah adalah 27 cycle per detik.
Demika juga misalnya dawai yang pendek dan tipis akan menghasilkan nad ayan lebih tinggi  dari pada daai panjang dan besar. Alam musik, bunyi yang mempunyai pitch tertentu dinamakan nada. Dua nada akan berbunyi berbeda jika  mempunyai pitch yang berbeda. ‘Jarak’ pitch antara dua nada disebut interval. jika dua nada berjarak interval oktaf, suaranya terdengar mirip.
Inteval oktaf adalah jarak antara nada pertgama dan terakhir dalam satu tangga nada. Jarak antara nada tertinggi da terendah yang dapat di hasilkan oleh vokal atau instrumen dinamakan pitch range

2.      Dinamika
Tingkat kekerasan dan kelembutan dalam musik dinamakan dinamik, salah satu aspek bunyi. Kekerasan berhubungan dengan amplitudo getaran yang dihasilkan bunyi. Ketika beberapa instrumen dimainkan  lebih keras atau lebih lembut, atau ada perubahan pada instrumen –instrumen yang dimainkan, akan dihasilkan perubahan dinamik. Prubahan ini dapat dibuat secara mendadak atau bertahap.
Pemain musik dapat menekankan nada-nadanya dengan cara memainnkan secara lebih keras dari pad nada-nada lainnya. Penekanan ini disebut sebagai dynamic accent (tekanan dinamik). Istilah umum tanda dinamik yaitu: Pianissimo/pp (sangat lembut), piano/p (lembut), mezzo piano/mp (agak lembut), mezzo forte/mf (agak keras), forte/f (keras) dan fortissimo/ff (sanga keras). Sebagai elemen  musik, tanda-tanda dinamik tidak secara mutlak dapat disajikan dengan tepat . sebuah nada memiliki tingkat dinamik dalam hubungan dengan nada-nada yang lain. Suara terkeras dari sebuah biola masih lebih kecil di bandingkan dengan kerasnya suara seluruh orkestra, dan bahkan lebih kecil lagi di bandingkan amplifier suara grup rock. Tetapi ini dapat dikatakan sebagai for tissimo (sangat keras) dalam konteks biola itu sendiri.



3.      Warna Suara
Kualitas membedakan  suara alat music disebut warna suara atau timbre.
Perubahan-perubahan pada dinamik sepert perbahan pada warna suara menciptakan keberagaman dan kekontrasan. Ketika sebuah melodi dimainkan oleh suatu instrumen kemudian dimainkan oleh instrumen lain, melodi tersbut mempunyai efek ekspresi yang berbeda karena setiap instrumen mempunyai warna suara sendiri.
Warna suara juga menciptakan rasa keterkaitan, yaiu memudahkan pengenalan kemunculan kembali suatu melodi ketika instrumen-instrumen yang sama memainkannya sewaktu-waktu dalam sebuah lagu. Dalam kenyataannya, komposer sering membuat melodi dengan nada khusus yang ada dalam pikirannya. Selain itu, warna suara dapat diubah dengan membuat variasi jumlah instrumen atau suara yang menghasilkan melodi.

4.      Ritme
Ritme merupakan unsur dasar dalam kehidupan. Kita melihat perputaran siang dan malam, di dalam tubuh, kita merasakan ritme selagi kita bernafas, detak jantung, dan bunyi hak sepatu ketika berjalan.
Ritme pada dasarnya adalah suatu pola pengulangan tekanan dan pelepasan.  Dalam pengertian yang luas, ritme merupakan aliran yang teratur dalam musik melalui waktu. Waktu dalam musik adalah sebagai mana berlalunya waktu dalam beragam variasi. Hal ini juga tampak sebagaimana berlalunya kecepatan dan intensitasnya.
Adanya ritme dalam musik akan menyangkut segala elemen lainnya, baik pitch, warna suara dan dinamika. Aspek-aspek yang membantu ritme adalah beat, metrum, dan aksen/sinkop berikut penjelasan dari ketiganya.

a.       Ketukan (beat)
Beat  (dibaca:bit) merupakan denyutan (pulsa) rata dan berulang yang membagi musik dalam unit waktu yag sama. Dalam musik, ketuk muncul antara tiap ¼ detik sampai 1 ½ detik. Kadang-kadang  terdengar begitu kuat dan mudah untk mengikutinya, tetapi juga agak sukar di ikuti membuat perasaan seolah mengambang atau tanpa tujuan.
Beat musik diwujudkan/diperdengarkan dengan cara yang berbeda-beda. Kadang beat diketukkan secara  jelas dengan bass drum seperti marching band. Kadang-kadang beat tidak begitu nyata terdengar, misalnya pada alunan melodi permainan biola.
Beat merupakan latar belakang dimana komposer menjadikannya sebagai pedoman dalam menempatkan nada-nada dengan berbagai panjang pendeknya. Beat merupakan unit dasar waktu dimana semua nada dapat diukur. Nada-nada dapat saja berakhir dalam sebagian, seluruh atau lebih dari satu beat.

b.      Birama
Dalam musik, kita mengetahui pola pengulangan ketukan yang bertekanan kuat dimana satu atau lebih atau yang satu lebih ringan dari ketukan yang lainnya. Pengelompokan yang teratur dinamakan birama.
Ada beberapa pola birama yang didasarkan pada jumlah ketukan dalam sebuah birama. Jika sebuah birama mempunyai 2 beat, disebut duple meter. Kita menghitung  1-2,1-2,1-2, dan seterusnya.
Pola 3 beat pada birama dinamakan triple meter. Hitungannya 1-2-3,1-2-3, dan seterusnya.irama waltz mempunyai birama triple.
Pola birama dasar lainnya adalah quadruple meter, yang mempunyai 4 ketukan pada setiap biramanya. Yang mempunyai 4 ketukan pada setiap biram-nya. Biasanya downbeat muncul juga pada ketukan ketiga  hanya saja dia lebih ringan dari pada ketukan pertama. Hitungannya 1-2-3-4, 1-2-3-4, dan seterusnya. Irama mars, jazz, dan rock biasanya mempunyai  birama quadruple. Sextuple meter mempunyai 6 ketukan pada setiap birama seperti 1-2-3-4-5-6. Dengan demikian sextuple meter merupakan kombonasi dari duple meter dan triple meter. Melodi dalam sextuple  meter sering membuat rasa aliran yang halus.
Quintuple meter, memiliki 5 ketukan pada setiap birama dan septuple meter dengan 7 ketukan pada setiap biramanya. Setiap metrum tersebut menggabungkan duple meter dan triple meter.

c.       Aksen dan Sinkop (syncope)
Sebuah nada yang bertekanan, pada umumnya dimainkan lebih keras dari pada nada-nada lainnya, yaitu dengan mendapatkan akses yang dinamis. Dalam hal ini suatu aksen akan muncul jika sebuah nada off-beat (yang tidak seharusnya bertekanan) mendapatkan tekanan, yaitu ketika tekanan muncul diantara dua ketukan.
Sinkopasi juga mucul jika sebuah ketukan ringan mendapatkan teanan seperti 1-2-3-4, 1-2-3-4. Sinkopasi merupakan cir khas music jazz.

d.      Tempo
Ada kecepatan dalam lagu. Kecepatan ini dinamakan tempo, suatu konsep dasar dalam musik. Tempo cepat berhubungan dengan perasaan energik, semgat, dan kegembiraan. Tempo lambat pada suasana tenang.tan da tempo biasanya diletakkan pada sisi kiri dari partitur lagu. Seperti juga dinamik, istilah dalam tempo menggunakan bahasa itali.

Largo              sangat lambat, melebar
Grave              sangat lambat, khidmat
Adagio            lambat
Andante          agak lambat
Moderato        sedang
Allgreto           cepat sedang
Allegro            cepat
Vivace             dengan hidup
Presto              sangat cepat
Prestissimo      secepat mungkin

Kata-kata yang menunjukkan kwalitas, kadang-kadang ditambahkan pada tanda tempo untuk membuatnya lebih khusus. Dua istilah yang sanngat umum adalah molto (banyak) dan non-troppo (tidak terlalu banyak). Maka kita mengenal istilah allegro molto (sangat cepat) dan allegro non-troppo (tidak terlalu cepat).
Tempo tidak selalu digunakan dalam keseluruhan lagu. Percepatan tempo bertahap ditulis accelerando disingkat accel. (menjadi lebih cepat). Perlambatan lagu bertahap ditulis ritardando disingkat rit
Sekitar tahun 1816, composer telah menggunakan metronome sebagai alat ukur kecepatan lagu.

5.      Melodi
Melodi sangat mudah dikenali daripada didefinisikan. Melodi  adalah serangkaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu kesatuan dan menyeluruh. Melodi yang bergerak dalam interval-interval yang kecil dinamakan melodi melangkah, sedang yang bergerak interval besar dinamakan melodi melompat. Yang dimaksud satu langkah adalah jarak antara dua nada yang berdekatan dalam urutan tangga nada do-re-mi, dan setrusnya. Misalnya nada do melangkah ke nada re, nada la melangkah ke nada sol. Jarak yang lebih besar dari pada satu langkah dinamakan lompatan.
Kebanyakan melodi tersusun  atas bagian yang pendek yanng dinamakan frasa (phrase), yang mempunyai pola-pola nada dan ritme yang serupa untuk membentuk kesatuan melodi. Frasa dapat timbul dalm bentuk pasangan yang seimbanng, dimana yang pertama merupakan melodi pembuka  yanng berkesan kemunculan, diikuti oleh frasa kedua merupakan melodi penutup. Frasa kedua dapat merupakan pengulangan dari yang pertama tetapi mempunyai pengakhiran yang lebih konklusif dan mantap.
a.       Kunci nada. Pada dasarnya melodi disusun berdasarkan suatu nada dasar.
b.      Tanda kunci. Pada notasi balok, rangkaina nada (melodi0 ditulis dalam sangkar nada.
c.       Tangga nada. Dalam notasi balok, tangga nada dibedakan menjadi dua yaitu tangga nada natural (asli) dan kromatik.
d.      Nada kromatik. Berasal dari bahasa yunani chroma, berarti warna, hiasan terhadap kunci tertentu.
e.       Modulasi. Perubahan nada dasar

6.      Harmoni
Ketika seorang penyanyi mengiringi lagunya dengan sebuah gitar, berarti dia mendukung, mengiringi dan memperkaya melodinya, hal ini disebut harmonisasi. Harmoni menunjukkan bagaimana cara akor (chord) disusun dan bagaimana akor tersebut mengikuti akor yang lain dalam sebuah lagu.
a.       Konsonan dan disonan. Konsonan adalah kombinasi nada-nada yang berkesan stabil sedangkan disonan kombinasi nada yang berkesan tidak stabil.
b.      Triad/trinada. Susunan nada yang biasanya terdiri dari tiga nada atau lebih.
c.       Akor urai (Arpeggio). Jika nada tunggal suatu akor dibunyikan berurutan satu sama lainnya disebut akor urai.

7.      Notasi Musik
Dengan notasi music, kita dapat menunjukkan dengan tepat tinggi nada dengan symbol-simbolyang ditempatkan ke atas atau ke bawah pada stuff.
a.       Notasi ritme.
b.      Notasi tanda diam
c.       Notasi tanda birama

Tidak ada komentar: