Rabu, 19 April 2017

Pendidikan Seni di SD PDGK 4207 Modul 2 KB 2



MODUL 2
PENGETAHUN DASAR SENI
 


Kegiatan Bealajar  2
Unsur Dasar Dan Elemen Komposisi Tari
A.                Unsur - Unsur Dasar Tari
      Dalam sebuah tarian antara tubuh, gerak komposisi tari tidak dapat dipisahkan.Dalam sebuah tarian terdapat unsur-unsur yang membangunnya yakni unsur gerak, tenaga dan waktu.

1.    Gerak
Gerak didalam tarian bukanlah gerak seperti dalam kehidupan sehari-hari. Gerak tari adalah gerak yang telah mengalami perubahan atau proses stilasi dari gerak wantah (asli) ke gerak murni dan gerak maknawi. Gerak wantah yang telah mengalami stilasi itu akhirnya dapat dilihat dan dinikmati karena menjadi gerakan yang memiliki nilai estetik (gerak murni dan gerak gerak maknawi). Gerak wantah contohnya mencangkul, membatik dll.gerak wantah mudah dipahami sebalikknya gerak murni dan maknawitidak mudah dipahamikarena sudah mengalami proses stilisasi atau perubahan baik penambahan dan pengurangan. Gerak murni merupakan gerak wantah yang telah diubah menjadi gerak yang indah namun tak bermakna. Gerak maknawi adalah gerak wantah merupakan gerak yang telah diubah menjadi gerak indah yang bermakna.


2. Unsur Tenaga
Penggunakaan tenaga dalam gerak tari meliputi :
a. Intensitas berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak
b. Aksen/tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras
c. Kualitas berkaitan dengan cara penggunakaan atau penyaluran tenaga.

3. Unsur Ruang
      Unsur ruang yang dimaksudkan sebagai unsur tari terbagi dua yakni ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau ruang tempat penari melakukan gerak.
      Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang dibatasi oleh imajinasi penari berupa jarak yang terjauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kakinya dalam posisi tidak pindah tempat.
      Ruang pentas adalah arena yang digunakan oleh penari yang biasa disebut dengan panggung, lapangan atau halaman terbuka.
Dalam unsure ruang terkandung aspek-aspek garis, volume, arah, level dan focus.

4. Unsur Waktu.
       Dalam unsur waktu juga menentukan dalam membangun gerak tari. Dalam unsur waktu ada 2 faktor yang sangat penting yaitu ritme dan tempo. Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak, ritme lebih mengarah pada ukuran cepat atau lambat setiap gerakan yang dapat dicapai
                                    
B.   Elemen Komposisi Tari
Dalam penyusunan karya tari perlu kiranya dibekali dengan beberapa teori untuk membimbing sebagai penata tari pemula. Adapun elemen-elemen komposisi tersebut: Gerak, Desain atas, musik, tema, dramatik, desain lantai, dinamika, tata rias dan busana, properti, komposisi kelompok, tata panggung, tata lampu dan tata suara.

1. Gerak
Gerak dalam tari merupakan komponen utama, karenagerak adalah medium untuk mengekspresikan sebuah tarian. Gerak dalam tari dibedakan menjadi 2 yaitu gerak murni dan gerakmaknawi.
 Gerak murni adalah gerak yang sama sekali tidak mengandung arti, sedangkan gerak maknawi adalah gerak yang mengandung arti. Pada umumnya gerak dalam tari diambil dari gerak sehari-hari baik itu gerak yang dilakukan oleh manusia, binatang, alam (seperti ombak, pohon ditiup angin, angin pusaran dan yang lainnya), dari semua gerak-gerak tersebut mengalami perubahan /diperhalus (stilirisasi) dan distorsi (dirombak) Gerak tari adalah gerak yang indah, maksudnya adalah yang dapat menggetarkan jiwa yang melihatnya.

2.    Tema
Tema adalah inti dari sebuah cerita yang akan diungkapkan dalam tari. Tema dapat diangkat dari berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


3.    Desain Atas
Desain atas adalah desain yang berada di dalam bidang atau ruang di atas pentas yang dapat dilihat oleh penonton yang berlatarkan back drop.ada beberapa desain atas yaitu:
a. Desain Datar
Desain datar adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonton, badan penari tampak dalam postur tanpa perspektif. Semua anggota badan dalam postur mengarah ke samping.Desain datar inimemberikan kesan konstruktif, ketenangan, kejujuran.

b. Desain Dalam
Desain dalam adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonton, badan penari tampak memiliki perspektif yang dalam. Beberapa anggota badan seperti kaki dan lengan diarahkan ke belakang, kedepan, ke samping, dan menyudut.

c. Desain Vertikal
Desain Vertikal adalah desain yang menggunakan anggota badan pokok yaitu tungkai dan lengan menjulur ke atas atau ke bawah.

d. Desain Horisontal
Desain horisontal adalah desain yang menggunakan sebagian dari anggota badan mengarah ke garis horisontal.

e. Desain Kontras
Desain kontras adalah desain yang menggunakan garis-garis silang dari anggota badan atau garis-garis yang akan bertemu bila dilanjutkan.

f. Desain Statis
Desain statis adalah desain yang menggunakan pose-pose yang sama dari anggota badan walaupun bagian badan yang lain bergerak.

g. Desain Lengkung
Desain lengkung adalah desain dari badan dan anggota –anggota badan lainnya menggunakan garis lengkung.

h. Desain Bersudut
Desain bersudut adalah desain yang banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi-sendi seperti lutut, pergelangan tangan, kaki, dan siku.

i. Desain Spiral
Desain Spiral adalah desain yang menggunakan lebih dari satu garis lingkaran yang searah pada anggota badan.

j. Desain Tinggi
Desain tinggi adalah desain yang dibuat dari bagian dada penari ke atas.

k. Desain Rendah
Desain rendah adalah desain yang dipusatkan pada daerah yang berkisar antara pinggang penari sampai lantai.


l. Desain Terlukis
Desain terlukis adalah desain bergerak yang dihasilkan oleh salah satu atau beberapa anggota badan atau property yang bergerak untuk melukiskan sesuatu.

m. Desain Simetris
Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota badan kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama.

4.    Desain Lantai
Desain lantai adalah garis-gasir pola dilantai yang dilalui oleh seorang penari di atas panggung atau garis dilantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Dalam pembuatan desain lantai garis menjadi bagian yang sangat penting dan menentukan dalam pengaturan /penempatan penari di atas panggung.

5.    Desain Musik
Musik berfungsi menghidupkan tari. Music sebagai pengiring tari menghidupkan tari dalam irama, tema dan penjiwaan. Music yang bias digunakan bias music gramatika barat (diatonic) atau tradisional (pentatonis).
Fungsi music dalam tari diantaranya adalah:
a.       Membantu mempertegas irama
b.      Member ilustrasi
c.       Membantu mempertegas ekspresi gerak
d.      Merangsang penari.

Di dalam tari musik dibedakan menjadi dua yaitu musik internal dan musik eksternal.
a.      Musik Internal
Musik internal yaitu musik yang bersal dari diri penari, misalnya tepuk tangan, hentakan kaki, nepuk dada, suara, tepuk paha, Contoh dalam tari Saman dari Aceh, tari Kecak dari Bali.
b.      Musik Eksternal
Musik eksternal yaitu musik yang berasal dari luar diri penari atau suara yang dihasilkan oleh alat tertentu (instrument). Music iringan secara eksternal dapat dibagi dua yaitu music eksternal melodis dan non-melodis.
Berdasarkan jenis instrumennya, music eksternal dapat dikategorikan menjadi:
1.      Instrumen gesek
2.      Instrumen petik
3.      Instrument tiup
4.      Instrumen perkusi
Masing masing instrumen memiliki karakteristik yang berbeda yang berfungsi untuk:
1.      Member suasana adegan tari
2.      Member tekanan pada gerak tari
3.      Menetukan ritme atau dinamika ungkapan tari

6.    Desain Dramatik
Desain dramatic digunakan untuk mencapai klimaks tertentu dalam sebuah adegan atau mengakhiri sebuah tarian. Ada dua desaindramatik yaitu berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda.



7.    Desain Kelompok
Komposisi kelompok adalah komposisis yang dilakukan oleh sejumlah penari atau lebih dari satu orang penari.
Elemen-elemen komposisi kelompok yaitu unison (kompak), balance (seimbang), broken (terpecah/memisah) alternate (selang-seling), cannon (berturutan) dan proportion (proporsi).

8.    Dinamika
Pengertian dinamika adalah kekuatan dalam yang menyebabkan gerak menjadi hidup dan menarik dikatakan pula dinamika adalah kekuatan, kualitas,kekuatan menarik , kekuatan /mendorong, dinamika dapat dikatakan /diibaratkan sebagai jiwa emosionil dari gerak.Pencapaian dinamika ini berkaitandengan penggunaan tenaga,ruang , dan waktu.

9.    Desain Kostum
Kostum atau tata busana tari hendaknya mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu tema, cirri khas daerah, menarik dan nyaman.

10. Tata Rias
Tata rias dalam tari juga harus memperhatikan tema, karakter, cerita dan sebagainya. Jenis rias ada beberapa macam seperti rias panggung, rias karakter, rias usia,, sejarah, rias dan cantik.

11. Tata Panggung
Tempat pertunjukan ada yang berbentuk konvensional seperti bentuk proscenium, tapal kuda atau seperti huruf u dan arena. Untuk pertunjukan tradisional biasanya berbentuk panggung tradisional atau pendopo

12. Tata cahaya
Tata cahaya berfungsi:
1.      Menciptakan ruang
2.      Menciptakan jarak antara penonton dan pentas
3.      Menciptakan efek tertentu
4.      Menciptakan ruang yang berbeda dalam waktu yang sama
5.      Menciptakan waktu yang berbeda secra bersamaan
6.      Menciptakan focus.


C.Jenis Tari
Tarian dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi, bentuk, tema dan koreografi

Tidak ada komentar: