Rabu, 05 April 2017

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD PDGK 4105 Modul 11 KB 1



MODUL 11
DISIPLIN KELAS

KEGIATAN BELAJAR 1
HAKIKAT DISIPLIN KELAS

A.    DISIPLIN DAN DISIPLIN KELAS

1.      Disiplin
Kata disiplin dapat disimpulkan sebagai ketaatan terhadap aturan. Baik itu aturan berlalu lintas, menunggu giliran, membayar pajak, membuang sampah, bekerja dan sebagainya.

2.      Disiplin Kelas
Turney & Cairns (1980) mengkaji ulang defenisi disiplin kelas berasal dari para pakar yang bervariasi sebagai berikut:
Pertama, disiplin diartikan tingkat keteraturan yang terdapat pada satu kelompok.
Kedua, disiplin kelas diartikan sebagai teknik yang digunakan oleh guru untuk membangun atau memelihara keteraturan di dalam kelas.
Ketiga, ada pakar yang menyamakan disiplin dengan hukuman..
Disepakati oleh beberapa pakar, disiplin sebagai pengelolaan kelas yang terutama berurusan dengan penanganan perilaku yang menyimpang (Kohn, 1996). Sebagai kata benda, disiplin berarti tingkat keteraturan yang terdapat pada satu kelompok, yaitu dalam kelas atau teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memelihara keteraturan dalam kelas. Sebagai kata sifat, disiplin berarti ketaatan pada aturan. Sebagai kata kerja , disiplin dapat berarti hukuman sehingganmendisiplinkan berarti menghukum


B.     DISIPLIN KELAS

Ada beberapa alasan mengapa disiplin harus diajarkan dan diterapkan pada siswa yakni:
1.      Disiplin perlu diajarkan serta dihayati oleh siswa agar siswa mampu mendisiplinkan dirinya sendiri. Siswa mampu mengendalikan diri sendiri, tanpa perlu dikontrol oleh guru (Winzer, 1992). Tanpa diajarkan atau dipelajari, disiplin tidak akan tumbuh dan berkembang karena disiplin bukan merupakan faktor bawaan, tetapi sesuatu yang harus dipelajari dan dihayati (Winzer, 1992).
2.      Disiplin, merupakan titik pusat berputarnya kehidupan sekolah (Turney & Cairns, 1980) keteraturan kehidupan sekolah dan ketaatan setiap orang pada aturan tersebutsangat berperan dalam keberhasilan, meskipun masih banyak faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan.
3.      Tingkat ketaatan siswa yang tinggi terhadap aturan kelas, tumbuh dari diri sendiri, bukan dipaksakan akan terciptanya iklim belajar yang kondusif, sehingga siswa terpacu untuk belajar.
4.      Sebaliknya, tingkat ketaatan yang rendah terhadap aturan kelas akan membuat iklim belajar yang tidak kondusif, tidak menyenangkan. Guru akan lebih banyak berurusan dengan perilaku siswa yang menyimpang sehingga pelajaran terbengkalai. Danielson (1996) menyatakan “belajar tidak mungkin terjadi jika perilaku siswa tidak terkendali atau diluar kontrol”.
5.      Jumlah siswa dalam satu kelas, lebih-lebih di negeri kita, satu kelas bisa 40-50 orang siswa. Kelas yang besar ini jika dilihat oleh aturan yang ditaati bersama akan menimbulkan kekacauan.
6.      Kebiasaan untuk menaati aturan dalam kelas akan member dampak yang lebih luas bagi kehidupan siswa di dalam masyarakat. Siswa yang terbiasa menaati aturan di dalam kelas, akan terdorong pula menaati aturan yang ada di dalam masyarakat.


C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KELAS

Faktor yang mempengaruhi disiplin kelas sebenarnya sangat kompleks, dan sering sukar untuk diidentifikasi. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu faktor fisik, sosial, dan psikologis.

1.      Faktor Fisik
Kondisi fisik guru, antara lain penampilannya, akan mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan. Guru yang rapi, sehat dan tampak bersemangat akan lebih mudah mengatur siswanya daripada guru yang tampak lusuh dan lesu.
Kondisi fisik siswa yang prima, seperti tampak pada penampilannya serta panca indra yang sehat akan mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan. Siswa yang sakit atau yang kelaparan atau yang indranya tidak berfungsi dengan sempurna akan sulit memusatkan perhatian pada pelajaran.
Kondisi fisik ruang kelas, yang mencakup keamanan dan susuna peralatan, serta cara penggunaan alat-alat pelajaran juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa. Kelas yang berantakan atau yang kondisinya sudah rusak dapat membahayakan siswa akan dapat mengurangi ketaatan siswa pada aturan.

2.      Faktor Sosial
Hubungan yang sehat dan akrab, saling mempercayai akan mampu meningkatkan disiplin kelas. Sebaliknya hubungan yang tidak akrab, tidak sehat (misalnya muncul rasa iri, cemburu), serta saling mencurigai akan mengurangi ketaatan siswa pada aturan kelas.
Ballard (1925) dikutip oleh Turney & Cairns (1980) menegaskan bahwa “hanya dalam iklim yang saling mempercayai, saling mengerti dan saling menghormati, siswa dapat tumbuh dan berkembang”.
Latar belakang sosial siswa, yaitu lingkungan dan orang-orang yang berada disekitar siswa juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa. Siswa yang biasa bergaul dengan teman-teman disekitarnya mungkin akan lebih mudah menerima aturan kelas daripada mereka yang selalu menutup diri, tidak pernah bergaul dengan anak-anak sekelilingnya.


3.      Faktor Psikologis
Faktor psikologis atau kejiwaan juga dianggap sangat berpengaruh pada tingkat kedisiplinan siswa. Faktor psikologis mencakup antara lain perasaan (sedih, senang, marah, bosan, benci dsb), dan kebutuhan  (seperti keinginan untuk dihargai, diakui dan disayangi)
Siswa yang merasa sedih, marah atau bosan, mungkin akan berbeda tingkat kepatuhannya dibandingkan dengan mereka yang sedang bergembira.

Tidak ada komentar: